July 04, 2015

Bulan ramadhan sebagai ajang berhenti merokok

Memasuki bulan ramadhan tentu banyak hal yang akan kita rasakan manfaatnya entah itu kesehatan jasmani maupun rohani. Dibulan inilah gaya hidup keseharian kita berubah drastis dari yang sebelumnya kita boleh melakukan ini itu sehingga tidak diperbolehkan. Sebagai contoh adalah makan disiang hari.

Bulan Ramadhan sebagai ajang berhenti merokok merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan, mengingat angka pecandu rokok kian hari kian meningkat dinegara kita ini.

Menurut data, Negara Indonesia menempatkan peringkat pertama pada pecandu rokok di wilayah Asia Tenggara dengan angka sebesar 51.1 % dari jumlah penduduknya. bisa dibayangkanlah seberapa banyak rakyat Indonesia sampe bisa tembus angka setengah jumlah penduduknya, pastinya banyak sekali. untuk melihat lebih lengkap bisa cek sumur nya disini " 51 persen penduduk Indonesia perokok terbesar di Asia Tenggara "

Lebih parahnya Indonesia menjadi urutan ke 5 pecandu rokok terbanyak, sebanyak 60 juta penduduk indonesia menjadi perokok aktif dan 97 juta laninnya perokok pasif. Dari angka tersebut sebanyak 67 persennya adalah pecandu rokok berkelamin pria, dan tercatat sekitar 4 juta perokok berusia 10-14 tahun. Sobat bisa lihat sumurnya disini " Perokok Indonesia peringkat lima dunia "
bulan ramadhan sebagai ajang berhenti merokok
sumber gambar http://www.hypnosisdownloads.com/quit-smoking
Mengingat bahaya merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. efek paling parahnya dari pengidap rokok ini adalah jantung dan paling ecek-eceknya adalah batuk maka ada baiknya bagi para pecandu rokok mengurangi sedikit kebiasaan ini. Karena telah kita ketahui bahwasannya pecandu rokok tidak akan mampu berhenti secara total akan tetapi berhenti melalui tahapan sedikit demi sedikit memakai rokok sebagai asupan keseharian. yaa Bulan ramadhan lah merupakan waktu yang tepat untuk bisa mengurangi kebiasaan buruk ini.

Bulan ramadhan sebagai ajang berhenti merokok, karena pada moment bulan puasa ini menyita waktu kebiasaan kita dalam mengosumsinya. Mau gak mau, suka tidak suka, harus berhenti dari pagi hingga malam.

Sebelum sampai pada titik penyakit jantung menerpa kita ada baiknya dari sekarang untuk mencegah hal itu. sudah pada tau lah dokter selalu melantunkan perkataan " lebih baik mencegah daripada mengobati "

Semoga saja para pecandu rokok sadar akan tingkat kematian yang berasal dari penyakit jantung dan itu didominasi para pengidap rokok. dan semoga angka pertumbuhan pecandu rokok tahun kedepan terus mengurang dinegara kita ini.
Previous Post
Next Post

Ada catatan karena ada impian, ada alasan karena ada Harapan, dan semua itu membuat kita terus Berjalan :)

9 comments:

  1. susah sekali kang untuk berhenti merokok. padahal niat sudah ada ingin berhenti tapi hadeuh susahnya mnta ampun dah, ,

    ReplyDelete
  2. Saya dulunya sempat jadi pecandu rokok, sampe 1 hari habis 1 bungkus buat saya sendiri.. tapi entah mengapa saat saya benar-benar berniat berhenti merokok, dan saat itu mulai berhenti saya langsung benci rokok,, ngeliat ada orang yang ngerokok di deket saya pengen saya gampar gitu..

    Alasan saya niat berhenti karena keinginan yang besar untuk menjadi atlet, sebab banyak orang mengatakan merokok itu nambah capek aja..

    ReplyDelete
  3. saya sih bukan perokok aktip. namun artikel ini bisa membantu para perokok aktip untuk berhenti.

    bener kata komentar diatas, harus ada niat yang kuat untuk berhenti merokok

    ReplyDelete
  4. saya juga bukan perokok, dan memang benar cara ini cukup ambuh buat yang biat mw berhenti merokok, tapi kalo yg udah candu dan ga ada niatan berhenti, saya yakin, hal pertama yg dilakukan ketika berbuka puasa adalah MEROKOK

    ReplyDelete
  5. saya nih salah satu orang yg menjadi pecandu rokok mas.
    susah banget ngilanginnya,tp selama ramadhan ini memang berkurang sih soalnya merokoknya cuman malam doang

    ReplyDelete
  6. Kalau sudah niat pasti bisa ya mas, kemudian diselingi dengan tekad yang bulat untuk berhenti merokok :D

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah saya enggak merokok :) hehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar